Berfoto Pakai Seragam Militer Jepang ke Penjara

Berfoto Pakai Seragam Militer Jepang ke Penjara

Berfoto Pakai Seragam Militer Jepang ke Penjara

Lantaran Berfoto Gunakan Seragam Militer Jepang mengupload photo di internet orang ini tertrangkap waktu berseragam tentara jepang semasa perang dunia 2 di salahsatu tempat kekejaman paling besar perang, dua orang pria ini di tahan polisi di negara china, keduanya lalu dipenjara sepanjang 15 hari seperti dikutp dari VOA, sabtu 24/2/2018 polisi Nanjing menyebutkan keduanya berfoto dimuka satu bunker di pakai olh pasukan bela diri, saat segera serangan jepang th. 1937, yang pada akhirnya dengan apa yang dikenal oleh Pemerkosaan Nanking.situs judi online qiu qiu kwkw

Mereka pergi ke lokasi tersebut dalam rangka hiburan di Tahun New Imlek

menurut informasi yang beredar, mereka awalnya mendistribusikan foto foto berikut layanan pesan AduQ yang populer, dari situlah gambar tersebut di upload ulang internet
kasus ini menggarisbawahi sensitivitas yang tinggi terus bertahan di kalangan rakyat China, mengenai atas kasus invasu dari penduduk Jepang di sebagian besar wilayah negara itu ada Tahun 1930-an dan 1940-an.

Berfoto Pakai Seragam Militer Jepang ke Penjara

Sementara itu, satu di pengadilan barhin menjatuhkan hukuman 5 th. di penjaara aktvis HAM, Nabel Rajab. dia di jebloskan kedalam bui sebab kicuan kicuan di media social seperti facebook, twitter yang meneror srangaan koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman.

Nebeel Rajab juga meunding ada pelanggaran HAM di penjara bahrim, Dakwaan yang dipakai pada rajab termasuk juga mengejek negara tetangga serta instansi lembaga nasional di bahrain. Rajab sempat memimpin memprotes pro demokasi pada 2011 bahrin yang berlangsung bersamaan timbulnya gelombong memprotes sama negara negara di lokasi itu

Mulai sejak itu, ia seringkali sekali keluar masuk tahanan, sebelumnya vonis di jatuhkan, pada rabu 21 Februari 2018, seperti di kutip dari VOA indonesia, rajab tengah melakukan masa hukuman dua th. di penjara karna pernyataannya dalam satu di wawancara di tv

Rajab yaitu direktur organisasi Bahrain Center for Human Rights, Sesudah vonis dijatuhkan terhadapnya, organisasi itu di katakan pengadilan pemimpinannya itu jadi cemohan pada keadalian.

Juru bicara Departemen Luar Negri AS Heather Nauert menyebutkan, As terasa kecewa atas beberapa ketentuan pengadilan Bahrain akhir-akhir ini menyangkut Rajab.situs qiu qiu online kw

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*